Latar Belakang

Stereotype terhadap difabel seringkali melahirkan pemikiran diskriminasi bahwa mereka bukan prioritas, tidak mampu melakukan sesuatu seperti orang normal yang dianggap produktif. Hal ini seakan menjadi pembatas dimana para penyintas hanya boleh melakukan kegiatan di tempat yang memang sudah dipersiapkan untuk kondisi mereka.
Menjadi kaum difabel bukanlah akhir dari segalanya, masalah sosial yang mereka alami tidak boleh menjadi penghalang aktifitas keseharian, termasuk dalam bidang olahraga, khususnya lari.
Lari adalah kegiatan olahraga paling mudah karena tidak membutuhkan keahlian khusus dan tidak menggunakan peralatan tertentu. Selain bermanfaat mengurangi resiko penyakit; mempererat komunikasi, juga menjalin persaudaraan dapat dilakukan karena olahraga lari umumnya dilakukan bersama-sama.
WE RUN adalah kegiatan kebersamaan yang digagas oleh para Pemuda/i Buddhis di Jakarta. Salah satunya adalah karena melihat minimnya acara yang memfasilitasi berkumpulnya kaum difabel di antara individu lainnya, khususnya dalam bidang olahraga lari.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, dapat menjadi semangat untuk penyandang disabilitas secara optimal memberdayakan dan menguatkan diri mereka sendiri. Dimana di lain pihak, mendorong peserta untuk lebih peduli pada sesama individu, dan sebagai motivasi semangat baik

Galeri Foto